Tekan Angka Anak Tidak Sekolah, Vamelia Ibrahim Luncurkan Program Desa Peduli Pendidikan

Diperbarui 22 Jul 2025
People

Pendidikan dan kesehatan merupakan pilar utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Membentuk SDM unggul tak lepas dari berbagai tantangan yang dihadapi.

 "Tantangan di periode pertama Bupati dan saya selaku Bunda PAUD/Ketua PKK yang ditangani yaitu rendahnya anak bersekolah di PAUD dan tingginya stunting. Dengan kerja keras dan berbagai inovasi, kita mampu menanganinya dengan capaian terbaik di Provinsi Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur" kata Vamelia saat peluncuran program, Senin (21/0/7/2025)

Berdasarkan data yang dirilis Kementerian terkait, diketahui terjadi peningkatan anak usia 5-6 tahun bersekolah. Dari 59% di tahun 2021 menjadi 91,8% di tahun 2024. Sedangkan stunting, berhasil diturunkan dari 30,7% di tahun 2022 menjadi 7,4% di tahun 2024.

"Diperiode kedua ini sebagai Bunda PAUD yang juga Ketua PKK, saya fokus menurunkan angka putus sekolah melalui Program Desa Peduli Pendidikan. Saya mengajak pemerintah desa untuk aktif dalam pencegahan dan penanganannya" jelas Vamelia.

Vamelia menambahkan bahwa TBM dan Posyandu yang ada di tiap desa memiliki peran strategis. Posyandu telah mengalami transformasi. Tidak hanya fokus pada kesehatan ibu dan anak tetapi 6 pelayanan dasar termasuk pendidikan. Posyandu dan TBM bersama dengan PKK Desa menjadi garda terdepan dalam mendeteksi anak-anak yang tidak sekolah.

 "Pemerintah Desa juga perlu memastikan setiap warganya bersekolah. Desa memiliki otoritas dan sumber daya untuk pendidikan melalui penganggaran Dana yang tepat sasaran. Ini selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) keempat. Desa berkinerja terbaik akan mendapatkan apresiasi dan piala Vamelia Award" pungkasnya.