Ketua HIMPAUDI Kaltara Hingga Direktur Guru PAUD dan Dikmas Harap Inovasi Bunda PAUD Tana Tidung Diterapkan Di Daerah Lainnya

Diperbarui 29 Jun 2024
People

Upaya percepatan penurunan stunting di Tana Tidung mendapat apresiasi. Ketua Himpunan Pendidik Anak Usia Dini Indonesia Provinsi Kalimantan Utara, Hj. Trianingsih Widiati. S. Hut. MAP mengharapkan agar berbagai program yang dilakukan Bunda PAUD Tana Tidung menginspirasi dan diterapkan di daerah lainnya utamanya di Kalimantan Utara.

Hal serupa dikemukakan Direktur Guru PAUD dan Dikmas Kemendikbud Ristek RI, Dr. Santi Ambarukmi, M.Ed. Menurutnya inovasi yang dilakukan Bunda PAUD Tana Tidung dalam mengimplementasikan Program Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI) menjadi praktik baik yang perlu dicontoh daerah lainnya.

"Saya terkesan dengan upaya Bunda PAUD Tana Tidung dalam penanganan stunting, serta peningkatan kompetensi dan kualifikasi pendidikan guru" jelas Santi Ambarukmi pada Rapat Koordinasi Strategi Pelatihan PAUD Desa Dalam Rangka Percepatan Penurunan Stunting yang digelar Balai Guru Penggerak Provinsi Kalimantan Utara di Tarakan, pada 24-26 Juni 2024.

Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021, PAUD HI merupakan salah satu indikator percepatan penurunan stunting. Dalam mengimplementasikan PAUD HI, Bunda PAUD Tana Tidung memiliki inovasi BUSAK PAUD. BUSAK yang dalam bahasa Tidung artinya bunga merupakan akronim dari Tumbuh Sehat, Cerdas, dan Kreatif.

Melalui BUSAK PAUD, terjadi sinergitas berbagi pihak dalam pemenuhan kebutuhan esensial anak. Melalui BUSAK PAUD, diketahui status pertumbuhan dan perkembangan anak. Anak yang mengalami hambatan pertumbuhan seperti gizi kurang, sangat pendek, sangat kurus, dan lainnya ditindaklanjuti. Orang tua juga dapat mengakses status pertumbuhan anaknya, intervensi yang telah diberikan, dan rekomendasi.

"BUSAK PAUD bukan hanya berupa aplikasi tetapi kolaborasi beraksi. Seperti Gerakan Minum Susu (Germinsu) yang dilakukan serentak setiap hari Jumat. Kami anggarkan pembelian susu senilai Rp. 300.000 per anak untuk 1.300 anak PAUD. Ada Dokter Masuk PAUD, Curhat Psikolog, dan Jempol" jelas Bunda PAUD Tana Tidung

Dokter Masuk PAUD untuk memotivasi anak agar terbiasa mengonsumsi makanan bergizi. Curhat psikolog merupakan layanan konsultasi kepada Psikolog Profesional bagi orang tua yang anaknya mengalami hambatan pertumbuhan. Sedangkan Jemput Bola (Jempol) merupakan layanan dari Disdukcapil dengan untuk pembuatan Akta Kelahiran dan KIA.

Pada kesempatan tersebut, Vamelia juga memaparkan inovasi lainnya yaitu Guru Bahagia. Terdiri dari Guru Sejahtera dengan meningkatkan insentif guru PAUD melalui Dinas Pendidikan dan Pemerintah Desa, Guru Sarjana dengan meningkatkan kualifikasi pendidikan guru PAUD melalui Beasiswa KTT Pintar, dan Guru Kompeten melalui diklat di dalam dan luar daerah serta studi inovasi.